AYAH,IBU.......
Lihatlah anak kecilmu sekarang ini. Aku sudah tumbuh menjadi seorang yang dewasa, bahkan hampir menua. Bukan yang benar-benar tua, hanya saja di usiaku yang sekarang, rasanya sudah tak pantas meratapi hidup yang tidak sesuai dengan harapan.
Sekarang aku mulai paham akan nasihat kalian, bahwa aku harus menjadi manusia kuat, yang siap memikul beban berat. Aku harus siap patah dan tahan banting tatkala ombak kehidupan datang meluluhlantakkan.
Aku yakin bahwa hal-hal yang terjadi didepan mata, bisa aku jalani dengan sebaik-baiknya. Sebab setiap ujian yang datang itu untuk menguatkan, bukan melemahkan. Apapun yang terjadi sudah menjadi ketentuanNya, yang telah diatur sedemikian rupa dengan indahnya.
Tak perlu menghawatirkan anakmu yang dulu cengeng dan lemah ini, karna sekarang telah menjadi dewasa. Tak lagi merengek dan banyak menuntut perihal hidup.
Maafkan anakmu ini karena gagal menjadi anak yang bisa kalian tepuk pundak nya sebagai apresiasi atas keberhasilan.
Maaf jika mengecewakan, menghancurkan harapan yang kalian bangun dalam angan yang tinggi padaku.
Maaf karena Masi belum bisa menjadi anak yang bisa kalian andalkan.
Namun aku takkan menyerah, akan terus ku coba lagi, lagi, dan lagi, sampai kalian bisa tersenyum melihatku berdiri dengan kakiku sendiri.
0 komentar
Add Comments