Hampir saja aku mati di telan keegoan yang kian ngeri, fikiran ini terlalu sialan rasanya.
Ah, bolehkan aku memaki?
Tapi pada siapa?
Hahaha....
Aku lupa, bahkan tak ada siapapun untuk bertukar kata atau bertukar rasa.
Malam pun kian kelam dan menghitam, aku hanya meringkuk dalam sepi yang merajam. Hatiku terasa di tikam, detak ku terasa di hentikan, dengan fikiran yang kian tak karuan.
Namun tiba tiba kau muncul bagaikan cahaya yang menyingkirkan gelapnya hidupku, kotornya fikiranku, membantuku bersinar , mewarnai hari hariku yang mombosankan dan membawa sepercik cahaya yang membuatku semangat menjalani hidup.
kau bagaikan bintang yang membantu bulan
untuk menyinari malam,
Kau bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan berhenti di balik awan gelap yang menyeramkan.
Meski hanya sesaat, namun terimakasih telah hadir.
Bekasi, 18 Mei 2022
0 komentar
Add Comments