Untukmu wanita diantara batas tipis halusinasi dan realiti.
Entah apa lagi yang bisa kutulis tentang mu.
Karena nyatanya semakin aku memikirkan mu, semakin misteri sosokmu.
Kau hadir ibarat bayangan yang menyatu ditengah kegelapan. Namun di saat yang sama kaupun tak ubah seperti senja yang hangat nya hanya sementara.
Kau tau?
Ada setumpuk rindu yang berusaha terus aku sapu.
Apa ini yang namanya candu?
Aku memanggil nama mu dengan lantang, namun gemuruh hujan samarkan suara ku.
Bahkan ku teriakkan nama mu dengan keras, namun pekik guntur lebih tegas.
Lantas aku lirihkan namamu, walau hanya isak yang ku dengar.
Pakhirnya, selalu ada batas di setiap pertemuan. Selalu ada kata selesai untuk sesuatu yang dimulai.
Prolog yg tidak disengaja, Isi yg menghadirkan banyak cerita terkesan kupaksakan untuk terus berwarna serta Epilog yang manyadarkan bahwa kita adalah buku yg berbeda.
Terimakasih telah menyuguhkan buku yg bagus, aku suka isinya, sayangnya di chapter berikutnya tidak akan ada aku disana.
Tidak ada buku atau lembaran baru, karena sampai saat ini pemeran utama dalam cerita yang telah usai itu tetaplah kamu.
Pluto, 11 Agustus 2024
0 komentar
Add Comments