Tentang mu

Tentang mu

      
Hari ini aku bangun seperti biasanya, tak lupa mencuci muka dan gosok gigi.
Ku awali pagi dengan WhatsApp yang sengaja ku nonaktifkan, agar tidak kecewa jika pesan yg ku kirim saat malam menjadi sebuah hal yg mengganggu dan membuatmu semakin jauh dariku.
Hari ini tak seperti biasanya, matahari tak terlalu terik, langit juga tak membiru. Hembusan angin secara tak sengaja mengingatkanku padamu.
Apakah kita tak bisa sehagat mentari lagi, atau kita akan tetap sedingin cuaca hari ini?
       Aku masih ingat awal pertemuan kita, juga sering tertawa bila mengingat bagaimana semesta mempertemukan kita untuk pertama kalinya.
Kamu yg selalu cuek dan menyebalkan,tapi anehnya denganmu aku merasa bahagia.
         Namun semua terasa sangat cepat, hingga kamu meninggalkan ku tanpa pamit, menyisakan kenangan yang begitu pahit.
Kututup luka dengan rapih, menelan perih dalam rongga hati yg terkoyak tanpa henti, mati perlahan dengan keadaan berharap pada kemungkinan.
Lantas aku harus bagaimana??
Diantara riuh pikiranku, diantara riuh keimananku, suaramu masih saja bersembunyi dalam bait bait sajak yang setiap malam aku gaungkan.
        Rindu sepihak, nyatanya cukup membuatku sesak. Saling rindu, nyatanya Takan segampang itu apalagi saling bertemu. mungkin Takan terlaksana meskipun semesta mendukung nya.
Karena aku yang tulus tak mampu membuatmu luluh, dan dia yg menyakitimu mampu membuatmu berjuang.
Meski kau sudah dengan nya, namun terimakasih sempat menjadi alasan ku tersenyum di dunia.
Terimakasih juga untuk luka yang kau goreskan.
Setidaknya itu menjadi bukti kehadiranmu memang nyata, dan rasa di antara kita memang pernah ada.


Pluto, 11 Desember 2023

You Might Also Like:

Memuat...

0 komentar